Sebab aku mencintaimu

 

_MG_5609.JPG

Dimensi waktu sebelum kepergianmu memberikan rasa yang indah, hari yang cerah, selalu menguatkan langkah kakiku. Dan yang aku temui selain keindahan matamu adalah senyummu yang membekas dalam ingatanku. Sebab aku mencintaimu, aku ingin engkau selalu menjadi doa-doaku. Sebab aku mencintaimu, aku ingin selalu engkau terlihat tersenyum bahagia. Sebab aku mencintaimu, aku ingin menggantikan namamu dalam hatiku agar kelak saat kau pergi, kau mengerti kenapa perasaan aku bisa mati.

Sebab aku mencintaimu, sebab aku mencintaimu, sebab aku mencintaimu.

Aku lupa cara berfikir karena didalam kepalaku hanya wajahmu yang terukir. Sebab aku mencintaimu, aku ingin menutup mataku dengan senyummu, agar kelak saat orang lain adalah alasanmu bahagia, kau mengerti kenapa aku tak lagi bisa melihat dunia. Sebab aku mencintaimu, tanpa ada alasan mengapa aku harus pergi meninggalkanmu. Kesederhanaanmu dan ketulusanmu adalah cara ku untuk mencintaimu.

Sebab-sebab aku merasakan hanya hadirmu yang satu-satunya membuat aku lebih hidup bersemangat mengarungi kerasnya dunia ini. tiada kalimat yang mampu menandingi keindahanmu sampai-sampai aku terhanyut dalam cinta ini. sebab aku mencintaimu hari-hariku tanpa henti untuk memkirkanmu dan kamu adalah alasan untuk aku sukses dan hidup bahagia bersamamu.

Sebab aku mencintaimu, aku merasa lebih hidup denganmu, berbagi tawa suka dan duka. Saat disampingmu aku meraskan ketenangan dunia. Sebab aku mencintaimu, jangan pergi.

Aku masih mencintaimu.

Iklan

KOPI, LUKISAN DAN KENANGAN

18096130_1998610273743612_908898891825414144_n
Lihat
Tepat setelah lampu lampu dipadamkan
Kau menyala sebagai satu-satunya yang kurindukan
Disini
Di tempat yang paling kau hindari
Aku pernah berdiri
Menggores kata
Menulis warna
Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan
Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang
Retak berserakan tanpa kediaman
Terkoyak sepi
Melayang diantara pekat aroma kopi
Dengar
Tepat setelah jejak jejak dilangkahkan
Kau menyapa sebagai satu satunya yang kunantikan
Disini
Dipeluk yang pernah kau nikmati
Aku masih sendiri
Mencari kehilangan
Menemui perpisahan
Pada letupan kenang yang memuat ruangkekosongan
Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang
Hancur berkeping
Tersapu kesunyian terinjak lara
Melarut dalam pahit yang diseduh air mata
Tunggu
Santailah sejenak
Karena tepat setelah meja meja ditinggalkan
Kedai ini menyesak sebagai satu satunya keterangan
Satu kisah yang pernah kita upayakan
Beribu rencana yang pernah kita perjuangkan
Lenyap
Kau memutuskan berpindah hati sebelum satu persatu rencana kita berhasil diwujudkan
Menggores kesadaran
Menyayat perasaan
Pada setiap kata yang memuat pertanyaan
Aku mencari kau yang kurindukan
Aku menyapa kau yang kunantikan
Aku mencari
Aku menyapa
Aku menanti
Aku merindu
Aku terisak
Aku menunggu hadirmu
Dan kini satu satunya yang tersisa hanyalah goresan yang kubuat sebagai prasasti kesendirian
Kapanpun sunyi merasuk jiwamu
Kemarilah
Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
Genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia
Dan bila hatimu butuh didengarkan
Temui aku dalam perbincangan
Niscaya kopi yang kau pesan
Tak akan pernah sepahit kehilangan.
~Wira Nagara

Terjebak Pada Dimensi yang Sama antara Jarak dan Ruang Waktu

68747470733a2f2f73332e616d617a6f6e6177732e636f6d2f776174747061642d6d656469612d736572766963652f53746f7279496d6167652f49363644623744537763427338773d3d2d34392e313463366230626266656537333738

Dimensi waktu yang berbeda

Yogyakarta, 13 Desember 2017, 23:08.

Dear Tuan Putri,

Terimakasih untuk hal terindah yang telah terukir. Berpisah hanya terbatas oleh waktu dan jarak saja. mencoba merubah opinimu tentanng  perasaan yang dulu hanyalah kiasan belaka yang tak akan pernah terwujudkan. Sebab sekarang aku ingin hadir kembali dengan hati yang masih sama dan sempat tertunda. Waktu itu aku pergi hanyalah untuk tidak ingin suatu ketakutan terbesarku terjadi pada diri kita yaitu jarak dan waktu. Mampu kah kita lewati bersama? memulai nya dari awal dan Nol, dengan berjuang bersama dalam menggapai impian kita berdua. Aku tau waktu dan jarak memang lah menjadi satu hal yang tersulit untuk kita lalui, tapi aku berusaha yakin dibalik semua ini terdapat jawaban yang dapat menyatukan kita nanti.

Malam itu pun aku khususkan untuk semalaman menelfon kamu kita berbagi cerita mengingatkan memori-memori kenangan yang manis, canda tawa kita lalui bersama hingga akhirnya aku pun sangat menrindukanmu tak ingin beranjak dari tempat tidurku karena aku mulai nyaman dengan obrolan itu, meskipun malam itu diguyur hujan tanpa menyesal malam itu menjadi malam yang indah untuk dilalui bersamamu.

Bahkan kian hari waktu kan mengikis bayangmu. Jika rindu ini dapat bersuara ia selalu membrontak dan membabi buta tanpa henti ia selalu menantikan akannya pertemuan untuk secepatnya menjadi pemain dalam kisah yang telah sempat ingin kita bangun bersama. Kadang hanya puing-puing kesendirian yang menepis diriku dikala kaupun tak pernah ada bahkan tak tahu aku harus mencarimu kemana.

Walau hidup kita memang jelas berbeda, aku selalu dapat menemukanmu di titik awal aku menyimpan rasa ini untukmu. Meski saat ini hanya bayang-bayangmu saja disini, bayang yang selalu ku harapkan menjadi bayangan yang utuh untuk menjadi penguat langkah kakiku. Sampai saat ini waktu tak pernah berpihak pada kita. Meski aku dapat menjalani hidup ini seperti biasa aku selalu dapat menemukan celah rindu pada dirimu. Aku selalu menakut-nakuti di kala merindu sendiri, terasa hampa hanya saja aku selalu bergulat dengan batinku untuk menahan dan mengaturnya. Untuk mencoba menenangkan rindu ini.

Dirimu selalu saja menakut-nakutiku dengan jarak dan waktu yang hanya mendatangkan ruang-ruang sepi, meneduhkan sejenak lalu bergulat lagi. Sebab rindu sampai saat ini tak dapat diobati. Kamu selalu berkata “aku hanya mengikuti alur mu saja seakan kita berputar-putar pada dimensi yang sama, tak pernah untuk keluar dari dimensi ini. Lalu tak ingin membuat scenario yang beralur maju”. Aku tak pernah menyalahkan waktu hanya saja waktu seperti tak pernah ingin bersahabat denganku lagi dari sekian tahun aku menyimpan dan menunggumu disini.

Seperti ada yang menahannya, walau aku mencoba tuk selalu mempercayai bahwa kisah ini akan menjadi nyata dan tak akan berputar-putar pada dimensi itu. Kini kita telah disibukkan dengan hidup kita masing-masing. Tapi ingatlah aku masih tetap menjadi sesosok orang yang dulu, yang tak pernah berterus terang tentang perasaan ini sejak awal. Semoga pada saatnya waktu dan jarak akan memihak pada kita. Membangun dan mewujudkan bersama dalam kisah yang semu ini. aku mencoba untuk berdamai dengannya hanya untuk menikmati waktu-waktuku yang aku lewati tanpamu.

Aku baru menyadari bahwa jarak dan waktu bukanlah penghalang kita untuk tetap berteguh pada hati yang sama. Sebab inilah ujian dan cobaan yang sebenarnya. Aku harap kau pun mengerti kenapa aku baru menyadari hal ini sekarang. Dan yang pasti dari kisah ini adalah kita sama-sama terjebak pada dimensi yang sama antara jarak dan waktu. Aku berusaha untuk membebaskan kita untuk keluar tejebak dari dimensi ini. ada waktunya, percayalah kisah kita akan berakhir seperti Cinta Ali bin Abi Thalib dan  Fatimah Az Zahra :”)~

 

Puisi Kerinduan

Oleh: Refa

Rabb Tuhan Yang maha Cinta

Berikan aku kekuatan yang lebih dahsyat

Untuk melalui setiap detik hidupku..

Biarkan aku terus melihat daun-daun yang turun oleh angin,

Bunga-bunga yang layu

Burung-burung yang pulang kesarangnya

Dengar doaku Rabb yang maha agung

Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya

Menjadi imamnya

Dalam setiap wajibku yang 5 waktu itu

Kemudian kami khusyukan lagi dengan doa

Dan sunah-sunahmu yang lain

Jadikan kami pengikut rindu

Seperti Ali bin Abi Thalib dan  Fatimah Az Zahra.

 

 

Intuisi

IMG_20170423_070314_1Kau adalah bayang semu

Yang selalu meghantui fikiranku

Namun ku tau, kau tak kan bisa ku genggam

Bayang yang dulu ada

Kini menjadi sosok wanita yang mampu

Membuat hidupku semakin berarti.

Terlintas fikir dalam benakku, hidup yang kita jalani tak bisa hanya sendiri bahkan makhluk hidup lain pun merasakan bagaimana hidup berpasangan, entah apa yang terjadi dalam benakku yang ku tau bayangmu semakin semu, semakin menjauh, getting lost. Ajari aku bagaimana menemukan hal terpenting dalam hidup ini, terkurung ruang dalam waktu yang membawaku kepada hadirnya dirimu yang pernah menghiasi warna-warni hidupku, mencoba melukis kembali kenangan yang dulu tersimpan penuh harapan yang semakin memudar, bantu aku untuk bernostalgia bersama dirimu, dan bahkan tak terlintas sedikitpun dalam fikirku untuk pergi meninggalkanmu, aku tak sanggup dan tak mudah bagiku menghapusmu dari bayang-bayangku.

Bagai syair tak berirama itulah dirimu, mataku terus menatap indahnya langit malam itu, dan berangan bisakah aku menyentuhnya?  Dalam getir aku  tak mampu untuk melupakan dirimu. Sejenak diriku melepas lelah untuk mengingat-ingatnya. Sepi yang aku rasa melukiskan senyum indah yang selalu membuat hari-hari ku lewati menjadi pelangi kehidupan dan keindahan. Apapun tentang dirimu, semua apa yang ada pada dirimu dapat mengalihkan duniaku, namun entah pelangi kehidupan menyimpan penuh keindahan kini  semakin hilang dipandangan mataku. Aku menyesal, aku tak mampu untuk membuat pelangi itu selalu ada. Harus ada hujan harus ada kesedihan yang dapat memberikan sinar pada pelangi. Aku fikir rasa ini akan hilang dengan sendirinya, tapi tidak dengan rasa ini, mencintaimu tak semudah melupakanmu, lambat laun waktu kan terus ku tunggu mengikis bayangmu yang semakin memudar dan menghilang, berharap bayangan itu kembali menjadi wujud yang nyata, hanyalah angan-angan saja, perbedaan yang membuat bayang itu menjadi bayang hitam yang membuat aku takut untuk melihatnya karena aku tak mungkin mengharap bayang itu menjadi sesuatu yang kembali menjadi utuh, aku bodoh, sangat bodoh membiarkanmu menjadi bayang-bayang yang indah yang takkan bisa kumiliki.

Biarlah kini serpihan hati menemani sepiku, hingga habis dayaku untuk selalu mengharapkanmu kembali. Kau terindah bagai bintang dilangit yang tak pernah bisa ku genggam dan sampaikan perasaan ini, dengarkanlah aku menyesal dan sangat menyesal dengan perasaan bersalah yang terus-menerus. Namun aku tau kamu memilih untuk pergi bahkan membawa semua kebahagiaanku, maaf yang kini ku rasa dan beribu penyesalan yang telah membiarkanmu pergi menjauh dan menghilang hanya ada bayang semu dirimu dan biarkan diriku ini melukis indah bayangmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kau Satu

Terindah dalam hidupku,

Aku tak tahu kapan aku harus beranjak dari tempat ini

Menyesalkah

Atau…..

Mengharapkannya kembali?

Terlambat untuk disesali

Kesempatan kedua yang tak mungkin datang lagi